Adapun Pergub Efisiensi Energi dan Air tersebut juga diluncurkan bersamaan dengan serah terima Jakarta C40 Urban Climate Action Program (UCAP) dan penandaan tiga tahun kerja sama Pemorov DKI Jakarta dengan Pemerintah Inggris serta jaringan kota dunia C40 Cities dalam aksi iklim perkotaan.
Pramono menyampaikan bahwa Pergub tersebut merupakan hasil proses panjang yang menandai pergeseran Jakarta dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata aksi iklim, khususnya di sektor bangunan gedung.
“Problem utamanya selama ini selalu bagaimana mengimplementasikan di lapangan. Melalui program UCAP, Jakarta telah menyusun studi kelayakan kebijakan, standar operasional dan pelatihan bangunan gedung hijau, peta jalan menuju Net Zero Carbon Building, serta pengarusutamaan perubahan iklim agar transisi hijau berjalan adil,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pemerintah Inggris menyatakan dukungan terhadap penerapan Pergub tersebut melalui berbagai program, termasuk pendanaan dan asistensi teknis lewat UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) dan kerja sama dengan C40.
Dukungan tersebut mencakup kajian peningkatan kinerja energi bangunan publik, pengembangan zona emisi rendah, hingga pendanaan ketahanan perkotaan. Namun, Pramono menekankan bahwa dukungan pendanaan menjadi aspek paling krusial dalam mempercepat implementasi kebijakan iklim di Jakarta.
“Yang paling penting tadi itu funding,” ujar Pramono.

13 hours ago
7







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495735/original/042532700_1770411756-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495713/original/022914600_1770399912-1.jpg)






English (US) ·